Percakapan Nasabah Bank


Percakapan Nasabah Bank

Di bawah ini percakapan nasabah berbagai bank mengenai masalah antrian nasabah dan usulan solusinya.

Nasabah 1:Satpam bank melayani nasabah bank

Sekedar berbagi

Kemarin saya ke salah satu bank pemerintah yg besar. Setelah masuk ke area teller, terlihat antrian sangat panjang. Dihitung lebih dari 20 antrian memanjang dengan teller yang melayani hanya 3 orang.

Ini kesekian kalinya saya mengalami hal seperti ini, mengantri di teller. Demikian juga di bank lain.

Pernah tidak pihak bank itu memikirkan bagaimana agar antrian itu dibuat lebih manusiawi?

Contoh ada bank lain, yg relatif sedikit nasabahnya, tapi bila kita akan ke teller, kita ambil no antrian di satpam. Setelah itu duduk manis sambil menunggu no kita dipanggil teller, duduk bukan berdiri.

Sementara pada saat saya saat ini mengantri sambil berdiri, ada ibu atau bapak kita yg sudah sepuh (lanjut usia) turut mengantri sambil berdiri pula tentunya.

Menurut saya, usia diatas 60 thn berdiri lebih dari 15 menit adalah merupakan perjuangan tersendiri tentunya. Belum lagi ibu-ibu yg menggendong balitanya. Atau ibu-ibu yg anaknya berlari kesana kemari lalu terjatuh. Tapi si ibu terpaksa berdiri mengantri karena memang sistem di banknya seperti itu.

Harusnya nasabah adalah raja kan?

Nasabah 2:

Beberapa bank sudah menerapkan nomor antrian dan nasabah bank duduk manis menunggu panggilan. Ada seleksi alam, mana bank yang melayani dengan baik akan bertambah nasabahnya. Sedang yang tidak akan kehilangan nasabah. Namun memang tipikal orang indonesia masih suka menabung di teller. Terbukti ATM yang bisa untuk menabung tidak laku. Jadinya antrian di teller panjang.

Nasabah 3:

Mungkin alangkah lebih baiknya bapak menyebutkan bank apa biar jelas dan perbaikan sistemnya juga mengarah. Kalau saya menambahkan mungkin bank yang bapak maksud adalah Bank A kali ya.

Menurut pengalaman saya bank tersebut kinerja pelayanannya sangat buruk dalam sejarah perbankan Indonesia, ketinggalan dari bank pemerintah lainnya, apalagi dengan bank swasta.

Nasabah Bank

Satu persatu nasabah bank dilayani namum percakapan pun terus berlanjut.

Nasabah 4:

Boleh tahu bank mana?

Nasabah 5:

Nasabah 2,

Maaf pak, memang di ATM bisa untuk menabung juga ya? Bagaimana caranya?

Pelayanan nasabah bank saat sedang sepi

Nasabah 6:

Aku juga belakangan ini mengalami masalah yg sama (kira-kira bank yang sama atau tidak ya?). Tapi setelah aku perhatikan, antrian panjang terjadi hanya pada hari-hari dan jam-jam tertentu saja. Mungkin Nasabah 1 bisa menghindari jam-jam tersebut.

Di lain pihak, memang belakangan ini ada ATM yg bisa di gunakan untuk menabung, tapi masih membatasi jumlah uang setoran/tabungan.

Jadi masih kurang optimal juga jika saat itu jumlah setoran tabungan kebetulan melebihi batas setoran.

Mudah-mudahan kedepannya, Bank-bank di Indonesia yang belum menerapkan sistem nomor antrian bisa mempertimbangkan kembali.

Nasabah 7:

Bisa, Nasabah 5. Di beberapa ATM. Misalnya di Mega Mall Pluit, Kemang Pratama, dll.

Semoga bermanfaat.

Antrian Nasabah Bank

Percakapan makin asyik, nasabah yang sudah selesai dilayani kembali ikut bergabung.

Nasabah 8:

Kebetulan bank swasta nasional yang melayani perusahaan kami punya ATM yang bisa menerima setoran tunai maupun giro/cek, jumlahnya tidak dibatasi. Hanya tidak bisa disetori koin saja. Memang saldonya tidak otomatis terupdate setelah kita setor, karena prosesnya manual juga. Kita punya struk setoran dari ATM dan copy bukti setor yang dirobek dari flap amplop setorannya.

Saldo baru bertambah setelah lewat satu hari kerja.

Namun bagi saya sendiri, cara ini jauh lebih nyaman, karena beroperasi 24 jam. Jadi walaupun saya datang waktu bank masih buka, saya tetap milih menabung ke mesin daripada ke teller. Sayang belum semua kantor cabangnya punya depositing ATM ini.

Solusinya mungkin itu ya Pak. Depositing ATM dan edukasi nasabah agar menggunakannya.Tapi kalau bank pemerintah mah. tidak akan kehilangan nasabah, hehehe.. Susahnya, mostly mereka tidak terlalu care dan service-oriented pula.

Nasabah 9:

mungkin yang dimaksud oleh Nasabah 2 adalah CDM (Cash Deposit Machine). Bentuknya mirip mesin ATM dan setahuku beberapa bank nasional menyediakan CDM tersebut, yang bisa digunakan untuk menyetor uang 24 jam dan masuk ke rekening kita hari itu juga. Kalau di teller, kita setor uang hari jumat sore, biasanya kita ditanya, apakah kita keberatan kalau uang kita baru dimasukkan ke rekening pada hari senin.

Sebenarnya, fasilitas ini disediakan untuk menghindari antrian atau buat mereka yang terlalu sibuk sehingga tidak sempat ke bank pada jam operasional bank. Coba deh, tanya petugas bank, di mana saja CDM mereka tersedia.

Nasabah 10:

Memang kayaknya belum semua bank punya ATM yang bisa buat nabung, biasanya bank-bank besar kayak Bank B dan Bank C, setahuku.

Nasabah 11:

Bank B sudah bisa setor lewat ATM. Kelemahan nya cuma satu kalau menabung lewat ATM, bapak tidak akan di-greeting sama yang cantik dan bening-bening.

Harapan Nasabah Bank

Nasabah 1:

Memang betul. Antrian itu di jam dan hari tertentu. Hanya saat saya lihat bapak atau ibu kita yg usianya diatas 60 tahun. Berdiri begitu lama. Atau ibu-ibu yg mengantri sambil menggendong balitanya. sepertinya koq bagaimana menggambarkannya? Seharusnya bisa lebih baik sistemnya. Semoga menjadi perhatian yang berwenang.

Nasabah 12:

Sepertinya apa yang dialami rekan-rekan juga dialami dan dirasakan juga oleh saya dan nasabah kebanyakan. Boleh saya sebut banknya dengan tujuan sebagai masukan. Yaitu di Bank D. Terlepas dari banyak tidaknya nasabah bank yang ke teller tergantung jam dan hari overload, saya kira untuk meningkatkan pelayanan toh sah sah saja jika dibikin model antrian yang memanjakan nasabah seperti yang sudah diterapkan di bank swasta.

Nasabah 13:

Maksudnya CDM pak bukan ATM. Fungsi nya sama kayak ATM, tapi namanya Cash Deposit Machine. bisa menyetor uang tapi tetap saja kalau mau mencairkan cheque harus ke teller juga.

Nasabah 14:

Berdasarkan pengalaman saya sebagai nasabah bank ke berbagai bank, dalam segi pelayanan ke customer yg sangat mengesankan adalah Bank E. Dari tempat parkir satpam sudah menyapa ramah. Masuk ke bank pintu langsung dibukakan(layaknya kita masuk ke hotel) ada security yg ditugaskan layaknya Doorman. No antrian pun diambilkan dan ditanya mau transaksi apa. kalau mau setor, transfer atau transaksi menggunakan form kita langsung di escort ke tempat form-form. Nasabah menunggu dikursi empuk yg disediakan. Pokoknya sangat mengesankan. Bravo Bank E dan semoga diikuti oleh bank-bank lainnya.

Nasabah 15:

Saya sebagai salah seorang nasabah bank sangat setuju sekali dengan adanya nomor antrian. Menurut saya bank yang menerapkan sistem antrian berdiri sangat tidak customer minded. Apapun tujuan atau maksud dari antrian berdiri dari bank yang bersangkutan, menurut saya poin customer satisfaction dari bank tersebut sangat buruk sekali. Toh sekarang untuk investasi monitor bell atau sistem antrian seperti itu juga tidak terlalu mahal.