Mesin Antrian Bank Jatim


Mesin Antrian Bank Jatim

Bank Jatim dahulu bernama Bank Pembangunan Daerah Jawa. Bank ini didirikan pada tanggal 17 Agustus 1961 dengan bentuk perseroan terbatas (PT). Kemudian dalam perkembangannya berubah status menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). PT Bank Jatim menjadi bank devisa sejak tanggal 2 Agustus 1990. Pada tanggal 1 Mei 1999, Bank Jatim mengubah bentuk badan hukum dari BUMD menjadi Perseroan Terbatas (PT). Hal itu sebagai upaya bank Jatim untuk meningkatkan profesionalitas dan independensi sebagai pelayan masyarakat di bidang jasa keuangan.

Perkembangan Bank Jatim sangat pesat,sehingga pelayanan terhadap nasabah juga ditingkatkan. Tidak salah jika Bank Jatim memilih mesin antrian Vorsea untuk proses dalam pelaDisplay antrian mesin antrian bank Jatimyanan nasabah. Hal ini sudah terbukti dengan meningkatnya pelayanan Bank Jatim. Awalnya bank Jatim hanya menggunakan mesin antrian sederhana. Display antrian di loket teller, tombol panggil dan printer pencetak nomor antrian dianggap sudah memadai.
Belakangan ini bank Jatim juga sudah menggunakan mesin antrian dengan layar sentuh (touch screen) untuk melayani nasabah. Kiosk layar sentuh menggantikan tombol pada printer tower untuk mencetak nomor antrian. Penggunaan perangkat ini membuat lobi bank Jatim menjadi terlihat lebih berkelas.
Mesin Antrian Bank Jatim merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi meningkatnya pelayanan terhadap nasabah.

Pelayanan Mesin antrian bank Jatim

Display antrian mesin antrian bank Jatim di CSBanyak nasabah yang merasa puas dikarenakan disaat mengantri mereka tidak berdiri atau bergerombol.mereka bisa mengantri dengan bermain HP tanpa takut disrobot oleh nasabah lain.Dengan mesin antrian Vorsea petugas juga bisa melihat laporan manajemen antrian dalam pelayanan.

Pelayanan meningkat menjadi yang terbaik tentunya adalah kerja keras seluruh insan bank Jatim yang membuahkan hasil. Bank Jatim menerima penghargaan Banking Service Excellence 2015. Penilaian Banking Service Excellence Monitor (BSEM) 2015 tersebut dilakukan oleh Marketing Research Indonesia (MRI) suatu lembaga yang sangat berkompeten dalam bidang public services research. Bank Jatim dinilai pada peringkat keempat sebagai Bank yang memiliki pelayanan prima (service excellence) di segmen Bank Pembangunan Daerah. Harapan warga Jatim tentunya kinerja terbaik ini tidak hanya diraih pada tahun ini saja tetapi dapat dipertahankan pada tahun yang akan datang.